15 Rekomendasi Novel Terbaik Tahun 2023 yang Layak Masuk Daftar Bacaan Kamu!

Januari 03, 2024


Salah satu cara terbaik untuk memperkaya pengetahuan dan memperluas cakrawala kita adalah dengan membaca karya-karya novel dari berbagai macam penulis. Setiap cerita menghadirkan dunia yang berbeda, membawa kita mengenal budaya, sejarah, dan pemikiran yang tak tersentuh sebelumnya. Berikut rekomendasi 15 novel terbaik dari yang layak masuk daftar bacaan kalian di tahun 2023!

 

1. Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori

Novel ini bercerita tentang Dimas Suryo, seorang aktivis dan jurnalis yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dia berhasil melarikan diri ke Paris, tetapi tidak bisa kembali ke Indonesia karena dicari-cari oleh rezim Orde Baru. Dia kemudian mendirikan sebuah restoran bernama Tanah Air, yang menjadi tempat berkumpulnya para pengasingan politik Indonesia. Novel ini mengikuti kehidupan Dimas dan keluarganya, serta teman-temannya yang terus berjuang untuk keadilan dan kemerdekaan. Novel ini adalah karya dari Leila S. Chudori, penulis best seller Pulang.

 

2. The Four Winds oleh Kristin Hannah

Novel ini mengisahkan tentang seorang wanita bernama Elsa yang hidup di Texas pada masa Depresi Besar. Elsa harus mempertahankan keluarganya dari bencana alam dan kondisi sosial yang sulit. Novel ini menggambarkan perjuangan, harapan, dan cinta yang ada di tengah-tengah krisis. Novel ini juga menyoroti isu-isu seperti kemiskinan, diskriminasi, migrasi, dan lingkungan. Novel ini adalah karya terbaru dari Kristin Hannah, penulis best seller The Nightingale dan The Great Alone.

 

3. Project Hail Mary oleh Andy Weir

Novel ini mengisahkan tentang seorang astronot bernama Ryland Grace yang terbangun di sebuah pesawat ruang angkasa tanpa ingatan. Dia menyadari bahwa dia adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan bumi dari ancaman kosmik yang misterius. Novel ini penuh dengan petualangan, humor, dan sains yang menarik. Novel ini adalah karya terbaru dari Andy Weir, penulis best seller The Martian dan Artemis.

 

4. The Prophets oleh Robert Jones Jr.

Novel ini mengambil latar belakang di sebuah perkebunan kapas di Mississippi pada abad ke-18. Novel ini berfokus pada Isaiah dan Samuel, dua budak yang saling mencintai. Mereka mencoba menjaga hubungan mereka rahasia dari pemilik dan sesama budak yang tidak setuju dengan cinta mereka. Novel ini mengeksplorasi tema-tema seperti sejarah, ras, agama, seksualitas, dan kebebasan. Novel ini adalah karya pertama dari Robert Jones Jr., seorang aktivis dan pendiri komunitas literasi Son of Baldwin.

 

5. Rasina oleh Iksaka Banu

Novel ini mengisahkan tentang Rasina, seorang gadis yang tinggal di sebuah desa di Jawa pada masa penjajahan Belanda. Rasina memiliki bakat dalam menulis dan membaca, tetapi dia tidak bisa melanjutkan sekolah karena kemiskinan dan diskriminasi. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang guru bernama Pak Surya, yang mengajaknya untuk belajar di sekolah rahasia yang didirikan oleh para pejuang kemerdekaan. Novel ini menggambarkan perjuangan, impian, dan cinta yang ada di tengah-tengah konflik antara penjajah dan pejuang. Novel ini adalah karya terbaru dari Iksaka Banu, penulis best seller Semua untuk Hindia.

 

6. The Final Revival of Opal & Nev oleh Dawnie Walton

Novel ini bercerita tentang Opal dan Nev, dua musisi kulit hitam yang membentuk duo rock yang revolusioner di tahun 1970-an. Namun, karier mereka terhenti setelah sebuah insiden kekerasan rasis di panggung. Novel ini mengungkap kisah mereka melalui wawancara, artikel, dan catatan pribadi yang dikumpulkan oleh seorang jurnalis yang ingin membuat buku tentang mereka. Novel ini adalah debut dari Dawnie Walton, seorang editor majalah yang juga seorang penggemar musik.

 

7. Almond oleh Sohn Won-Pyung

Novel ini bercerita tentang Yunjae, seorang remaja Korea yang lahir dengan kondisi alexithymia, yaitu ketidakmampuan untuk merasakan dan mengungkapkan emosi. Dia hidup dengan ibunya yang sangat menyayanginya, tetapi dia tidak bisa membalas cintanya. Suatu hari, ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dan dia harus tinggal dengan neneknya yang tidak pernah dia temui sebelumnya. Dia juga berteman dengan Gon, seorang anak nakal yang memiliki masalah keluarga. Novel ini adalah kisah tentang pertumbuhan, persahabatan, dan cinta yang mengharukan dan inspiratif. Novel ini adalah karya dari Sohn Won-Pyung, seorang penulis dan sutradara film asal Korea Selatan.

 

8. Filosofi Teras oleh Henry Manampiring

Novel ini mengisahkan tentang Henry, seorang pria yang mengalami krisis eksistensial di usia 40 tahun. Dia merasa hidupnya tidak berarti dan tidak bahagia, meskipun sudah memiliki karier, keluarga, dan harta yang sukses. Dia kemudian mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hidupnya dengan mempelajari berbagai filsafat, dari Stoikisme, Taoisme, hingga Zen. Novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang makna hidup, kebahagiaan, dan kebijaksanaan. Novel ini adalah karya dari Henry Manampiring, seorang penulis dan pembicara yang juga penulis best seller Algoritma Kehidupan.

 

9. The Midnight Library oleh Matt Haig

Novel ini bercerita tentang Nora, seorang wanita yang merasa hidupnya tidak berarti dan ingin bunuh diri. Namun, sebelum dia mati, dia masuk ke sebuah perpustakaan ajaib yang berisi buku-buku tentang kehidupan alternatif yang bisa dia jalani. Dia bisa mencoba hidup yang berbeda, dari menjadi seorang rock star, seorang ilmuwan, seorang atlet, dan lain-lain. Novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang pilihan, nasib, dan kebahagiaan. Novel ini adalah karya terbaru dari Matt Haig, penulis best seller Reasons to Stay Alive dan How to Stop Time.

 

10. The Push oleh Ashley Audrain

Novel ini bercerita tentang Blythe, seorang wanita yang mengalami trauma masa kecil karena ibunya yang tidak peduli. Ketika dia melahirkan anak perempuannya, Violet, dia merasa tidak bisa mencintainya. Dia juga curiga bahwa Violet memiliki sifat-sifat jahat yang tidak normal. Novel ini menggambarkan ketakutan, kecemasan, dan keraguan yang dialami oleh seorang ibu. Novel ini juga menantang persepsi tentang keibuan, warisan, dan kebenaran. Novel ini adalah debut dari Ashley Audrain, seorang mantan editor penerbitan.

 


11. Klara and the Sun oleh Kazuo Ishiguro

Novel ini mengisahkan tentang Klara, seorang Artificial Friend (AF) yang memiliki kemampuan mengamati dan belajar yang luar biasa. Klara adalah AF yang paling pintar dan sensitif di toko tempat dia dijual. Dia berharap bisa dipilih oleh seorang anak manusia yang akan menjadi temannya. Novel ini menggambarkan dunia masa depan yang dipengaruhi oleh teknologi, ilmu pengetahuan, dan etika. Novel ini adalah karya pertama dari Kazuo Ishiguro, pemenang Nobel Sastra 2017, setelah tujuh tahun tidak menerbitkan novel.

 

12. The Seven Husbands of Evelyn Hugo oleh Taylor Jenkins Reid

Novel ini bercerita tentang Evelyn Hugo, seorang aktris Hollywood yang terkenal karena kecantikan, bakat, dan skandalnya. Dia memutuskan untuk memberikan wawancara eksklusif kepada seorang jurnalis muda bernama Monique Grant, dan menceritakan kisah hidupnya yang penuh dengan rahasia, ambisi, dan cinta. Novel ini mengungkap kebenaran di balik tujuh pernikahan Evelyn, dan hubungannya dengan Monique. Novel ini adalah karya dari Taylor Jenkins Reid, penulis best seller Daisy Jones & The Six.



13. The Vanishing Half oleh Brit Bennett

Novel ini mengisahkan tentang Stella dan Desiree, dua saudara kembar kulit hitam yang berasal dari sebuah kota kecil di Louisiana yang penduduknya memiliki kulit terang. Mereka melarikan diri dari kota mereka saat berusia 16 tahun, tetapi kemudian memisahkan diri dan menjalani kehidupan yang berbeda. Stella menyamar sebagai wanita kulit putih dan menikah dengan seorang pria kaya, sementara Desiree kembali ke kota asalnya dan menikah dengan seorang pria kulit hitam. Novel ini mengikuti kehidupan mereka dan anak-anak mereka selama beberapa dekade, dan menunjukkan bagaimana ras, identitas, dan keluarga mempengaruhi mereka. Novel ini adalah karya kedua dari Brit Bennett, penulis best seller The Mothers.

 

14. The Invisible Life of Addie LaRue oleh V.E. Schwab

Novel ini bercerita tentang Addie LaRue, seorang wanita yang membuat perjanjian dengan iblis pada tahun 1714. Dia meminta untuk hidup selamanya, tetapi dengan syarat bahwa dia tidak akan pernah diingat oleh siapa pun. Selama berabad-abad, dia menjelajahi dunia tanpa meninggalkan jejak, sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang pria yang bisa mengingat namanya. Novel ini adalah kisah tentang cinta, kesepian, seni, dan ingatan. Novel ini adalah karya terbaru dari V.E. Schwab, penulis best seller A Darker Shade of Magic dan Vicious.

 

15. Hidup (To Live) oleh Yu Hua

Novel ini mengisahkan tentang Fugui, seorang pria yang hidup di China pada masa revolusi komunis. Dia awalnya adalah seorang tuan tanah yang kaya dan hedonis, tetapi dia kehilangan semua hartanya karena berjudi. Dia kemudian hidup sebagai petani miskin, dan mengalami berbagai peristiwa sejarah yang mengguncang China, seperti perang saudara, reformasi tanah, revolusi budaya, dan lain-lain. Novel ini menggambarkan kehidupan, kematian, dan kelangsungan hidup yang tragis dan heroik. Novel ini adalah karya dari Yu Hua, seorang penulis terkenal dan kandidat Nobel Sastra dari China.



Kesuksesan novel-novel ini menciptakan ruang bagi diskusi bermakna dan keterbukaan intelektual yang mengesankan, serta meningkatkan penghargaan terhadap karya-karya sastra dari berbagai budaya. Jadi, jika kamu belum membaca salah satu dari novel-novel ini, segera masukkan ke dalam daftar bacaanmu, dan nikmati perjalanan sastra yang luar biasa menanti dirimu. Selamat membaca!


You Might Also Like

0 komentar

Translate

Pojok Petal Archive

Counter

Subscribe