Ekspedisi ke Jantung Fiksi: 20 Trope Yang Wajib Diketahui Para Pecinta Fiksi

Januari 08, 2024

Setelah di artikel sebelumnya kita membahas tentang macam-macam genre dalam karya fiksi, kali ini kita akan membahas tentang beberapa trope penting yang sering muncul dalam fiksi, dan penting bagi para pecinta fiksi untuk memahami serta menghargai peran mereka dalam kesusastraan. Trope merupakan tema, tokoh, atau peristiwa yang umum dijumpai dalam berbagai karya sastra.

Sebagai pecinta fiksi, pastinya sering kali kita menemui beberapa pola yang berulang dalam karya-karya yang kita baca. Pola tersebut dikenal sebagai trope, yaitu elemen-elemen cerita yang telah menjadi ciri khas dalam sastra. Trope-trope ini bisa berupa karakter, latar, atau tema yang familiar. Berikut adalah beberapa trope penting dalam fiksi yang wajib kita ketahui:

 

1. Pahlawan yang Enggan (The Reluctant Hero)

Trope ini merujuk pada karakter utama yang dipaksa untuk menghadapi tantangan dan melawan kejahatan meskipun pada awalnya mereka tidak ingin melakukannya. Sepanjang cerita, pahlawan yang enggan akan berkembang dan belajar menerima nasib mereka. Contohnya, Frodo Baggins dalam "The Lord of the Rings" karya J.R.R. Tolkien.

 

2. Mentor Bijaksana (The Wise Mentor)

Mentor bijaksana adalah tokoh tua dan berpengalaman yang memberi petunjuk dan bimbingan kepada protagonis. Mereka sering kali memiliki kebijaksanaan misterius dan mengungkapkan rahasia penting untuk membantu protagonis menghadapi konflik dalam cerita. Contohnya, Gandalf dalam "The Lord of the Rings" dan Dumbledore dalam seri "Harry Potter".

 

3. Perempuan dalam Bahaya (Damsel in Distress)

Perempuan dalam bahaya adalah karakter perempuan yang memerlukan penyelamatan, biasanya ditangkap oleh antagonis sebagai pion untuk menarik protagonis dalam jebakannya. Inilah salah satu trope tertua dalam sastra dan sering kali menggambarkan wanita sebagai objek dalam cerita. Beberapa karya sastra modern telah menggantikan atau menantang konsep ini, seperti Princess Leia dalam "Star Wars."

 

4. Cerita Asal-Usul (The Origin Story)

Origin story adalah cerita tentang kehidupan dan latar belakang karakter sebelum mereka menjadi protagonis atau antagonis dalam cerita mereka. Trope ini sangat umum dalam komik dan cerita pahlawan super, seperti "Batman" dan "Spider-Man". Dalam banyak karya, cerita asal-usul digunakan untuk menjelaskan motivasi dan kepribadian karakter.

 

5. Benda atau Tempat Ajaib (The Magical MacGuffin)

MacGuffin adalah objek atau tempat dengan kekuatan luar biasa yang menjadi sumber konflik atau perjuangan dalam cerita. Karakter-karakter kemudian berusaha untuk mendapatkan MacGuffin tersebut, baik untuk kebaikan ataupun kejahatan. Beberapa contoh MacGuffin termasuk Cincin dalam "The Lord of the Rings" dan Batu Bertuah dalam seri "Harry Potter".

 

6. Antagonis yang Dijatuhkan (The Fallen Antagonist)

Trope ini menggambarkan karakter antagonis yang pada awalnya memiliki cita-cita mulia atau bahkan pernah menjadi pahlawan, tetapi kemudian jatuh ke dalam kejahatan karena situasi, pengaruh, atau kesalahan pribadi. Contohnya, Anakin Skywalker yang berubah menjadi Darth Vader dalam "Star Wars".

 

7. Cinta Terlarang (Forbidden Love)

Percintaan terlarang adalah kisah cinta antara karakter-karakter yang etika, sejarah keluarga, atau kondisi sosial mereka melarang mereka untuk bersama. Trope ini mendorong drama dalam cerita dan membangkitkan simpati pada para pembaca. Contoh klasik dalam sastra adalah kisah cinta Romeo dan Juliet dalam drama "Romeo and Juliet" karya William Shakespeare.

 

8. Perjalanan Pahlawan (The Hero's Journey)

Perjalanan pahlawan adalah struktur cerita yang diakui secara universal yang terdiri dari deretan langkah yang dilalui protagonis dalam cerita. Singkatnya, pahlawan akan meninggalkan dunia mereka yang biasa, menghadapi tantangan dan penemuan, dan kemudian kembali sebagai pribadi yang lebih lengkap dan bijaksana. Trope ini umum dalam banyak mitos dan legenda dari berbagai budaya.

 

9. Pertarungan Terakhir (The Final Battle)

Trope ini menggambarkan pertarungan antara protagonis dan antagonis yang akan menentukan hasil dari cerita. Pertarungan terakhir biasanya merupakan klimaks dari cerita, di mana kedua belah pihak berhadapan dalam konflik utama yang menarik emosi pembaca. Contoh dari trope ini bisa ditemukan dalam hampir semua cerita pahlawan super, seperti "The Avengers."

 

10. Kebangkitan dari Kematian (The Resurrection)

Kebangkitan dari kematian adalah trope di mana karakter utama atau karakter pendukung, yang diyakini meninggal, secara mengejutkan kembali hidup atau pulih dari cedera fatal. Trope ini sering digunakan untuk menciptakan emosi dan mengejutkan pembaca, atau membangkitkan harapan setelah masa kelam dalam cerita. Contoh dari trope ini adalah kebangkitan Gandalf dalam trilogi "The Lord of the Rings" dan kebangkitan Sherlock Holmes dalam kisah-kisah Sherlock Holmes oleh Sir Arthur Conan Doyle.

 


11. Pertukaran Identitas (The Identity Swap)

Trope ini melibatkan karakter yang harus saling bertukar peran atau identitas dengan karakter lain, baik karena kebetulan, keadaan, atau tujuan tertentu. Cerita dengan trope ini sering humoris dan penuh kesalahpahaman. Contohnya termasuk "The Prince and the Pauper" oleh Mark Twain dan film "Freaky Friday."

 

12. Pewaris Rahasia (The Secret Heir)

Trope ini menggambarkan karakter yang memiliki warisan atau asal-usul penting yang mereka sendiri tidak menyadarinya sampai titik tertentu dalam cerita. Pewaris rahasia biasanya akan mengungkap kebenaran tentang identitas mereka dan menghadapi tantangan yang berkaitan dengan warisan mereka. Contohnya termasuk Luke Skywalker dalam "Star Wars" dan Harry Potter dalam seri "Harry Potter."

 

13. Cerita Balas Dendam (The Revenge Story)

Cerita balas dendam adalah trope di mana motivasi utama protagonis adalah untuk membalas dendam terhadap antagonis atau kelompok yang telah menyakiti mereka atau orang yang mereka cintai. Trope ini umum dalam cerita thriller dan kriminal, seperti "Hamlet" oleh William Shakespeare dan "The Count of Monte Cristo" oleh Alexandre Dumas.

 

14. Labirin (The Labyrinth)

Labirin adalah trope di mana karakter harus menemukan jalan keluar dari lingkungan yang rumit dan sulit dimengerti, seperti gua, istana, atau bahkan labirin mental. Trope ini menggambarkan perjuangan protagonis melawan rintangan dan teka-teki yang membangun ketegangan dalam cerita. Contohnya termasuk novel "The Maze Runner" oleh James Dashner dan film "Labyrinth" oleh Jim Henson.

 

15. Kutukan Sebagai Berkat (The Curse as a Blessing)

Trope ini menggambarkan situasi di mana karakter awalnya mengalami kutukan atau perubahan yang tidak diinginkan, tetapi seiring waktu, mereka menyadari bahwa perubahan tersebut memiliki dampak positif pada kehidupan mereka atau menyebabkan pertumbuhan pribadi. Contoh dari trope ini termasuk "Beauty and the Beast" dan "The Frog Prince."

 

16. Persahabatan yang Tak Terduga (The Unlikely Friendship)

Trope ini menggambarkan hubungan antara dua karakter yang tampaknya tidak mungkin menjadi teman karena perbedaan besar dalam kepribadian, latar belakang, atau kepentingan. Namun, seiring waktu, mereka menemukan kesamaan atau saling melengkapi satu sama lain. Contohnya termasuk persahabatan antara Legolas dan Gimli dalam "The Lord of the Rings" dan Woody dan Buzz dalam film "Toy Story."

 

17. Portal ke Dunia Lain (The Portal to Another World)

Trope ini menciptakan akses antara dunia yang dikenal oleh pembaca atau protagonis dan dunia alternatif yang berbeda atau fantastis. Karakter biasanya menemukan pintu ini secara tidak sengaja dan kemudian menjelajahi dunia baru tersebut, mungkin bahkan menjadi pahlawan di sana. Contohnya termasuk "The Chronicles of Narnia" oleh C.S. Lewis dan "Alice in Wonderland" oleh Lewis Carroll.

 

18. Anti-Pahlawan (The Anti-Hero)

Anti-pahlawan adalah protagonis yang tidak memiliki sifat-sifat heroik konvensional seperti keberanian, moralitas, atau kebaikan hati. Mereka mungkin memiliki kekurangan pribadi yang signifikan atau bahkan melanggar norma dan hukum, namun tetap menjadi karakter yang penuh nuansa dan menarik simpati pembaca. Beberapa contoh anti-pahlawan termasuk Don Draper dalam "Mad Men" dan Walter White dalam "Breaking Bad."

 

19. Simbolisme Alam (Nature Symbolism)

Trope ini menggunakan elemen alam, seperti cuaca, lanskap, atau hewan, untuk mencerminkan emosi, tema, atau peristiwa dalam cerita. Misalnya, hujan lebat bisa mencerminkan keputusasaan karakter atau badai sebagai pertanda konflik yang akan datang. Contohnya termasuk penggunaan simbolisme alam dalam novel "Wuthering Heights" oleh Emily Brontë dan "To Kill a Mockingbird" oleh Harper Lee.

 

20. Gadis tomboi dan Pria Metro (Masculine Girl and Feminine Boy)

Trope ini melibatkan dua karakter yang menampilkan kebalikan dari stereotip gender konvensional. Gadis tomboi adalah karakter perempuan yang mengekspresikan sifat-sifat yang biasanya dianggap maskulin, seperti keberanian atau ketertarikan pada olahraga. Pria metro adalah karakter laki-laki yang menunjukkan bakat atau minat yang biasanya dianggap feminin, seperti menjahit atau seni. Contohnya termasuk Jo dalam "Little Women" oleh Louisa May Alcott dan Peeta Mellark dalam "The Hunger Games" oleh Suzanne Collins.


Dengan banyaknya trope yang ada dalam fiksi, kita dapat melihat bagaimana penulis menggunakan dan memodifikasi elemen-elemen ini untuk menciptakan cerita yang unik dan menarik. Mengenali trope-trope dalam fiksi juga akan meningkatkan apresiasi kita terhadap karya sastra dan memicu pemikiran kreatif saat membaca atau menulis cerita.


You Might Also Like

0 komentar

Translate

Pojok Petal Archive

Counter

Subscribe